Sabtu, 14 Januari 2012

TIPE DATA PRIMITIF

Tipe data primitif merupakan tipe data bawaan dari bahasa program terdahulu yaitu C++, yang masih sangat berguna, karena tidak perlu mendeklarasikan sebagai class. Tipe data primitif ini masing-masing memiliki sebuah wrapper class yang digunakan untuk pengolahan lebih lanjut pada objek. Pendekarasian tipe data primitif ini, dengan huruf kecil semua.
Nilai Primitif tidak berbagi dengan nilai-nilai primitif lainnya . Terdapat 8 (delapan) jenis data Primitif yang didukung oleh bahasa pemrograman Java adalah:
1.      byte: adalah tipe data 8-bit. Memiliki nilai minimum -128 dan nilai maksimum 127 (inklusif). Byte jenis data yang dapat berguna untuk menyimpan memori yang besar array.
2.      short: short adalah jenis data dengan 16-bit. Memiliki nilai minimum dan maksimum -32.768 nilai 32767 (inklusif).
3.      int: adalah tipe data integer dengan 32-bit. Memiliki nilai minimum dan maksimum -2147483648 nilai 2147483647 (inklusif). tipe data ini umumnya default pilihan kecuali ada alasan (seperti di atas) untuk memilih yang lain. Tipe data ini kemungkinan besar akan cukup besar untuk nilai-nilai yang akan digunakan oleh program anda, namun jika anda memerlukan jangkauan yang lebih luas dari nilai-nilai, sebagai gantinya menggunakan long.
4.      long: adalah jenis data dengan 64-bit. Memiliki nilai minimum dan maksimum -9223372036854775808 nilai 9223372036854775807 (inklusif). Menggunakan tipe data ini ketika anda membutuhkan berbagai macam nilai-nilai yang lebih luas daripada yang diberikan oleh int.
5.      float: adalah jenis data dengan satu-presisi yaitu 32-bit IEEE 754 floating point. Seperti rekomendasi untuk byte dan short.
6.      double: double merupakan jenis data presisi ganda dengan 64-bit IEEE 754 floating point. Untuk nilai desimal, data ini umumnya adalah jenis pilihan default. Seperti disebutkan di atas, tipe data ini tidak boleh digunakan seperti currency.
7.      boolean: tipe data boolean yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai: true dan false. Data ini merupakan salah satu jenis informasi sedikit, namun “size” adalah sesuatu yang tidak tepat yang ditetapkan.
8.      char: data jenis char dengan single 16-bit Unicode karakter. Memiliki nilai minimal ‘\ u0000′ (atau 0) dan nilai maksimum ‘\ uffff’ (atau 65535 inklusif).

Rentang Nilai
Berikut adalah daftar tipe data primitif, rentang nilainya dan panjang bit-nya.
No
Tipe Data
Range Nilai dan Panjang Bit
1
byte
-128 s/d 127 (8 bit)
2
short
-32,768 s/d 32,767 (16 bit)
3
int
-2,147,483,648 s/d 2,147,483,647 (32 bit)
4
long
-9,223,372,036,854,775,808 s/d 9,223,372,036,854,775,807 (64 bit)
5
float
Nilai pecahan (32 bit)
6
double
Nilai pecahan (64 bit)
7
boolean
true / false (1 bit)
8
char
'\u0000' (0) s/d '\uffff' (65,535) (16 bit)
Keterangan :
Nilai Default
No
Tipe Data
Nilai Default
1
byte
0
2
short
0
3
int
0
4
long
0L
5
float
0.0f
6
double
0.0d
7
boolean
false
8
char
'\u0000' (0)
Keterangan:
  • Semua angka bilangan bulat secara default adalah bertipe int. Oleh sebab itu perlu digunakan suffix L untuk menyatakan bilangan bulat yang bertipe long , apalagi jika nilai bilangan bulat yang digunakan sudah melewati jangkauan nilai int.
  • Sebaliknya untuk bilangan pecahan, secara default tipenya adalah double. Sehingga untuk semua nilai pecahan yang akan dimasukkan sebagai nilai untuk tipe data float ini, maka perlu diberikan suffix f.



Contoh Penggunaan Yang Benar
  1. int nilai1 = 20;  
  2.   
  3. long nilai2 = 1000;  
  4.   
  5. long nilai3 = 23000L;  
  6.   
  7. float nilai4 = 90;  
  8.   
  9. float nilai5 = 1.24f;  
  10.   
  11. double nilai6 = 100;  
  12.   
  13. double nilai7 = 2010.9311;  
  14.   
  15. double nilai8 = 2.0109311e3; //sama dengan nilai7 (2.0109311 dikalikan 10 pangkat 3)  
  16.   
  17. double nilai9 = 11.2d;  
  18.   
  19. long nilai_maks_long = 9223372036854775807L;  
  20.   
  21. char nilai10 = 0;  
  22.   
  23. char nilai11 = 'b';  
  24.   
  25. char nilai12 = '\u0003';  
  26.   
  27. boolean kondisi = true;  
  1. int nilai1 = 20;  
  2.   
  3. long nilai2 = 1000;  
  4.   
  5. long nilai3 = 23000L;  
  6.   
  7. float nilai4 = 90;  
  8.   
  9. float nilai5 = 1.24f;  
  10.   
  11. double nilai6 = 100;  
  12.   
  13. double nilai7 = 2010.9311;  
  14.   
  15. double nilai8 = 2.0109311e3; //sama dengan nilai7 (2.0109311 dikalikan 10 pangkat 3)  
  16.   
  17. double nilai9 = 11.2d;  
  18.   
  19. long nilai_maks_long = 9223372036854775807L;  
  20.   
  21. char nilai10 = 0;  
  22.   
  23. char nilai11 = 'b';  
  24.   
  25. char nilai12 = '\u0003';  
  26.   
  27. boolean kondisi = true;  


Contoh Penggunaan Yang Salah
  1. long nilai_maks_long = 9223372036854775807; //harus menggunakan suffix L karena sudah di luar range int  
  2.   
  3. float nilai13 = 0.03; //harus menggunakan suffix f  
  4.   
  5. char nilai14 = '\u01'; //harus menggunakan format '\u9999' (\u diikuti 4 digit hexadecimal)  
  1. long nilai_maks_long = 9223372036854775807; //harus menggunakan suffix L karena sudah di luar range int  
  2.   
  3. float nilai13 = 0.03; //harus menggunakan suffix f  
  4.   
  5. char nilai14 = '\u01'; //harus menggunakan format '\u9999' (\u diikuti 4 digit hexadecimal)  

Kamis, 12 Januari 2012


Firman Allah s.w.t.:
“…Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah s.w.t., seperti sangkaan jahiliyah, mereka berkata: apakah ada bagi kita sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, katakanlah: sungguh urusan itu seluruhnya di Tangan Allah.…” (QS. Ali Imran, 154).